Tampilkan postingan dengan label International. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label International. Tampilkan semua postingan

Obama Minta Israel Buka Perbatasan Gaza


WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta Israel untuk membuka blokade perbatasan untuk memberi keleluasaan bantuan masuknya bantuan kemanusiaan.

"Sekarang kita harus mengulurkan harapan bagi siapa saja yang menginginkan kedamaian, sebagai bentuk dari perdamaian yang abadi. Perbatasan di Gaza harus dibuka untuk mempermudah bantuan dan perdagangan," kata Obama saat kunjungan petamanya sebagai presiden ke Departemen Luar Negeri AS dan dikutip Press TV, Jumat (23/1/2009)..
Presiden AS ke-44 itu juga meminta pihak Otoritas Palestina dan komunitas internasional untuk melakukan monitoring pembukaan perbatasan tersebut.

"Bantuan harus dapat menjangkau orang-orang tak bersalah di Palestina yang hidup mereka tergantung dari bantuan itu," tuturnya.

Obama juga menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas hilangnya nyawa orang-orang tak bersalah pada konflik Gaza. Selain itu, Dia meminta Hamas menghentikan serangan roketnya ke wilayah Israel. Obama menadaskan pihaknya berkomitmen untuk menjaga keamanan Israel.

Read More......

Mochtar Masoed: Hubungan Keluarga Bagi Obama Tak Penting


YOGAYAKARTA - Euforia dilantiknya Obama menjadi Presiden Amerika ke-44 tak hanya dirasakan oleh warga Amerika namun juga dirasakan oleh warga Indonesia karena Obama masa kecilnya pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia.

Hubungan historis antara Obama dan Indonesia berujung pada tingginya harapan bagi warga Indonesia agar Obama memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Namun harapan tersebut tampaknya hanya sekadar harapan, pasalnya Obama akan menjalin hubungan dengan Indonesia tidak berdasarkan unsur keluarga namun faktor politik yang menguntungkan bagi Amerika.
"Saya tidak begitu percaya hubungan keluarga akan mempengaruhi Obama, karena Obama sudah cukup dewasa terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keluarga tidak begitu penting. Seperti mantan Presiden Amerika George Bush dengan ayahnya yang juga mantan presiden Amerika tidak akur. Bahkan omongannya tidak didengarkan sama sekali," terang Prof Dr Mochtar Masoed, Pengamat Hubungan Internasional dari Unversitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu (21/1/2009).

Menurutnya, dalam hubungan antara Indonesia dengan Amerika jangan menaruh hubungan emosional. Jika kita berharap Obama berbuat baik dengan Indonesia caranya adalah membantu Amerika merumuskan kepentingan Amerika di Indonesia dan pilih kepentingan yang tidak mengganggu Indonesia.

"Bahkan jika bisa malah membantu kepentingan yang membantu Indonesia, mendukung pembangunan Indonesia atau membantu keutuhan Indonesia. Namun jangan berharap karena Obama adalah anak Menteng akan berbuat baik, karena ini semua adalah politik," tandasnya.

Hal yang saat ini harus dilihat adalah bagaimana Obama merumuskan kebijakan yang akan dicapai jangka pendek disamping agenda yang paling utama adalah menyelesaikan krisis finansial yang terjadi di Amerika dan dunia.

"Apakah Indonesia bagian dari penyelesaian krisis ekonomi, jika Indonesia merupakan bagian dari penyelesaian itu maka Indonesia akan diuntungkan," kata Mochtar Masoed.

Mochtar juga menyangsikan perkataan Obama tentang dukungannya terhadap Israel dan mendukung tindakannya melakukan agresi militer terhadap Palestina karena perkataan Obama tersebut diucapakan dihadapan orang-orang yang punya pengaruh yang besar di Newyork khususnya di Manhattan yang sebagian besar adalah orang-orang Yahudi.

"Seringkali politisi kalau berbicara sesuatu melirik yang lain, jangan sakit hatilah. Giliranmu nantilah dan jangan mengambil omongan politisi seperti yang dikatakannya," pungkas Mochtar memberikan isyarat.

Read More......

Obama: Blackberry Bukanlah Ancaman


WASHINGTON - Meskipun telah memasuki Gedung Putih, Obama memastikan dirinya tidak akan meninggalkan perangkat kesayangannya, Blackberry.

"Saya rasa sebuah Blackberry bukanlah hal yang patut untuk ditakuti. Perangkat ini bukanlah sebuah ancaman. Saya akan menjaga rahasia negara dan pekerjaan saya," ujar presiden Amerika terpilih Barack Obama, seperti dilansir AFP melalui CNN, Sabtu (17/1/2009).
Sikap kukuh Obama untuk mempertahankan ponsel pintar miliknya ini bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, hanya dengan Blackberry ia bisa mempertahankan hubungannya dengan masyarakat Amerika di luar sana. Apalagi ia memprediksi, 'penjara' Gedung Putih akan membuat ia tidak memiliki banyak waktu untuk berinteraksi dengan dunia luar.

"Bisa dibilang hanya Blackberry-lah hiburan saya. Ini hanyalah satu di antara banyak perangkat yang akan saya gunakan untuk keluar dari 'penjara' Gedung Putih. Bahkan perangkat ini akan memastikan, saya akan selalu terhubung dengan orang-orang. Saya hanya ingin mendengarkan lebih banyak 'suara'. Dan satu-satunya perangkat yang memungkinkan adalah ponsel ini," papar Obama.

Jika memang Obama dengan tegas mempertahankan perangkat tersebut, bisa jadi ia akan menyalahi aturan birokrasi Gedung Putih untuk pertama kalinya. Pasalnya, sepanjang sejarah, seluruh presiden Amerika selalu mendapatkan catatan komunikasi untuk disimpan sebagai dokumentasi.

Sebelum memasuki Gedung Putih pada akhir Januari nanti, Obama diminta untuk tidak lagi menggunakan perangkat Blackberry yang selalu tersemat di ikat pinggangnya. Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan kebocoran informasi yang dapat terjadi melalui jaringan atau server Blackberry.

Read More......

search engine

Google Mini Guwe