MILAN - Sebelum dipinang AC Milan pada 2005, striker Andriy Shevchenko menghabiskan kariernya selama lima tahun bersama Dynamo Kiev. Shevchenko dilaporkan akan kembali membela klub yang telah membesarkannya itu.
Sheva membela Kiev pada musim 1994 hingga 1999. Dia mempersembahkan 60 gol dari 117 pertandingan. Merasa talentanya mulai meredup, Sheva pun memutuskan kembali ke Kiev, yang juga kampung halamannya.
Sebelum bergabung dengan Rossoneri, pemain 32 tahun itu membantu Kiev meraih lima gelar Liga Ukraina (1994-95, 1995-96, 1996-97, 1997-98, 1998-99). Prestasi itu kemungkinan akan mempermudah langkah Sheva kembali ke Kiev.
Seperti dilaporkan Goal, Jumat (23/1/2009), setelah membantu Milan memboyong beberapa gelar, Sheva memutuskan bergabung dengan Chelsea. Sayangnya, Sheva terdepak dari tim inti saat The Blues diarsiteki Jose Mourinho dan Avram Grant.
Kondisi ini menimbulkan rasa kasihan manajemen Kiev. Presiden Dinamo Kiev Ihor Surkis menyarankan agar Sheva kembali memperkuat klubnya dan mengenakan kostum Bilo-Syni, julukan Kiev.
TURIN - Bukan bermaksud pasrah apalagi menyerah. Bek andalan Juventus Nicola Legrotaglie menyebut bahwa pimpinan klasemen Serie A Inter Milan telah memengang kunci menuju Scudetto.
Perburuan gelar juara masih panjang, banyak pertandingan yang masih harus dilewati. Meski demikian, melihat performa serta poisisi sang pimpinan klasemen sementara Inter Milan, Legrotaglie berkomentar.
"Kunci Scudetto ada di tangan Inter untuk saat ini. Mereka memuncak klasemen, jadi penampilan mereka yang bakal menentukan arah perburuan gelar musim ini," ungkap manatan pemain Chievo Verona tersebut.
Bukan berniat melemahkan semangat timnya. Legro justru berharap segenap punggawa Bianconerri makin termotivasi dan siap mental menghadapi pertandingan berikutnya.
"Kami masih percaya pada Scudetto. Rekor sembilan kemenangan jadi modal dasar untuk meraihnya," tutup Legro seperti dilansir RaiSports, Jum'at (23/1/2009).
YOGAYAKARTA - Euforia dilantiknya Obama menjadi Presiden Amerika ke-44 tak hanya dirasakan oleh warga Amerika namun juga dirasakan oleh warga Indonesia karena Obama masa kecilnya pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia.
Hubungan historis antara Obama dan Indonesia berujung pada tingginya harapan bagi warga Indonesia agar Obama memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Namun harapan tersebut tampaknya hanya sekadar harapan, pasalnya Obama akan menjalin hubungan dengan Indonesia tidak berdasarkan unsur keluarga namun faktor politik yang menguntungkan bagi Amerika.
"Saya tidak begitu percaya hubungan keluarga akan mempengaruhi Obama, karena Obama sudah cukup dewasa terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keluarga tidak begitu penting. Seperti mantan Presiden Amerika George Bush dengan ayahnya yang juga mantan presiden Amerika tidak akur. Bahkan omongannya tidak didengarkan sama sekali," terang Prof Dr Mochtar Masoed, Pengamat Hubungan Internasional dari Unversitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu (21/1/2009).
Menurutnya, dalam hubungan antara Indonesia dengan Amerika jangan menaruh hubungan emosional. Jika kita berharap Obama berbuat baik dengan Indonesia caranya adalah membantu Amerika merumuskan kepentingan Amerika di Indonesia dan pilih kepentingan yang tidak mengganggu Indonesia.
"Bahkan jika bisa malah membantu kepentingan yang membantu Indonesia, mendukung pembangunan Indonesia atau membantu keutuhan Indonesia. Namun jangan berharap karena Obama adalah anak Menteng akan berbuat baik, karena ini semua adalah politik," tandasnya.
Hal yang saat ini harus dilihat adalah bagaimana Obama merumuskan kebijakan yang akan dicapai jangka pendek disamping agenda yang paling utama adalah menyelesaikan krisis finansial yang terjadi di Amerika dan dunia.
"Apakah Indonesia bagian dari penyelesaian krisis ekonomi, jika Indonesia merupakan bagian dari penyelesaian itu maka Indonesia akan diuntungkan," kata Mochtar Masoed.
Mochtar juga menyangsikan perkataan Obama tentang dukungannya terhadap Israel dan mendukung tindakannya melakukan agresi militer terhadap Palestina karena perkataan Obama tersebut diucapakan dihadapan orang-orang yang punya pengaruh yang besar di Newyork khususnya di Manhattan yang sebagian besar adalah orang-orang Yahudi.
"Seringkali politisi kalau berbicara sesuatu melirik yang lain, jangan sakit hatilah. Giliranmu nantilah dan jangan mengambil omongan politisi seperti yang dikatakannya," pungkas Mochtar memberikan isyarat.
MILAN - Tidak banyak pemain yang mampu menunjukkan penampilan terbaik ketika menginjak usia 35 tahun ke atas. Namun AC Milan pernah memiliki pemain yang tetap tangguh saat usianya di atas 35 tahun.
Sebut saja nama superstar Franco Baresi yang bermain hingga usia 37 tahun, Alessandro Costacurta (41 tahun) dan tentunya pemain yang menjadi ruh Rossoneri Paolo Maldini yang kini sudah menginjak usia 40 tahun.
Prestasi gemilang Baresi, Costacurta dan Maldini menjadi inspirasi baru bagi gelandang anyar Milan David Beckham. Mantan pemain Manchester United dan Real Madrid ini ingin menyamai prestasi yang dicapai seniornya tersebut.
"Saya berharap bisa bermain hingga menginjak usia 40 tahun. Saya mencintai pertandingan. Ketika saya berhenti mencintainya, tentu pada saat saya memutuskan mengakhiri kerier pemain sepakbola," kata Beckham seperti dilansir Goal, Selasa (13/1/2009).
Saat ini, usia Beckham baru 33 tahun. Artinya, pemain asal Inggris itu masih memiliki waktu minimal enam tahun ke depan untuk bermain di Milan sekaligus menyamai rekor seniornya.
Beberapa bulan lalu, ketua tim medis Milan menyatakan Beckham yang sangat memperhatikan kebugaran bisa bermain di tingkat tertinggi setidaknya hingga 2015.
MILAN - Mantan arsitek AC Milan Arrigo Sacchi memuji keputusan Kaka menolak tawaran megadana Manchester City. Sejak awal Sacchi tidak pernah setuju terhadap segala kemungkinan, Kaka angkat kaki dari San Siro.
Sebelumnya, Sacchi juga sempat mengirim pesan pada klub, "Milan melakukan kesalahan besar jika menjualnya (Kaka)."
"Apa yang dilakukan Kaka sangat luar biasa," puji mantan bek 62 tahun itu seperti dilansir Sky Sports, Rabu (21/1/2009).
"Tak banyak orang yang akan mengambil keputusan serupa; memilih profesionalitas di atas kepentingan material," tambahnya.
"Anda boleh bilang, penghasilan Kaka sudah lumayan besar. Tapi keputusan itu menandakan dia bukan tipe orang yang rakus. Dia menempatkan cintanya pada Milan di atas sejumlah uang. Keberadaan presiden klub seperti Berlusconi pun membuat Kaka sulit meninggalkan Milan," terang Sacchi.
Mantan pelatih ini menilai Kaka merupakan figur dominan yang mampu membangun masa depan bersama Milan. "Ini akan jadi langkah penting bagi Milan, yang tetap memiliki satu dari tiga pemain kelas dunia; Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo," lanjutnya.
"Masa depan Milan berada di tangannya," tandas Sacchi.
JAKARTA - Pelantikan Presiden Amerika Barack Obama menjadi pergunjingan dan memukau setiap kalangan. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani sangat surprise dengan pidato yang dibacakan Obama di hadapan miliaran orang di seluruh dunia.
"Pidato Obama sangat surprise, karena dalam akhir paragraf pertamanya sepertinya menunjukkan kekhawatirannya akan situasi ekonomi ke depan. Seperti yang dia sebutkan dalam pidatonya bahwa situasi ekonomi akan terperosok lebih dalam," ujar Menkeu, saat berpidato di acara IndoGAS 2009, di JHCC, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2009).
Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya permasalahan yang serius dengan adanya permintaan akan kebijakan menanggulangi krisis yang diharapkan menjadi sangat fundamental. "Indonesia sudah pernah melewati hal-hal itu. Terutama ketika sepuluh tahun lalu pada saat krisis," tegasnya.
Dirinya menceritakan, ketika krisis melanda saat itu, sayangnya Indonesia belum memiliki satu presiden yang dipilih langsung dengan peacefull. Serta memberitahukan kepada rakyat Indonesia bahwa negaranya benar-benar sedang menghadapi tantangan ekonomi yang fundamental.
Namun, tanpa hal itu, Indonesia sudah memiliki pengalaman dalam melakukan perubahan fundamental lebih kurang satu dekade lalu.
"Seperti misalnya reformasi yang terjadi setelah adanya krisis ekonomi di Asia. Yang akhirnya membawa ekonomi kita membaik pada saat ini dan juga menempatkan kita sebagai negara yang layak disejajarkan dengan negara-negara berkembang lainnya di dunia," pungkasnya.
LAMONGAN - Persela Lamongan tampaknya masih terlalu tangguh bagi PS Mojokerto Putra. Anak-anak asuhan M. Basri itu sukses menggilas Mojokerto Putra 6-0 pada leg pertama Piala Indonesia di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (16/11/2008).
Sejak pertandingan bergulir, Persela telah menunjukkan kelasnya sebagai tim keluaran Liga Super Indonesia. Serangan-serangan yang dilancarkan Marcio Souza dkk terbukti sangat efektif merobek pertahanan Mojokerto Putra.
Hal itu segera ditunjukkan oleh penyerang Jimi Suparno di menit kelima. Rapuhnya barisan pertahanan Mojokerto Putra segera dimanfaatkan Jimi yang dengan mudah melesakkan gol ke gawang yang dikawal Adi Kurniawan. 1-0 Persela memimpin.
Tertinggal satu gol dalam waktu singkat membuat tim besutan Jamal Yastro cukup terpukul. Terbukti, sepuluh menit berselang, para pemain Mojokerto Utara kembali melakukan kesalahan di lini belakang.
Berawal dari Budi Santoso yang melakukan kesalahan dalam menjaga gelandang Alex Robinson, sehingga umpan silang Robinson dapat disambut dengan mudah oleh Jimi Suparno. Sundulan Jimi segera menambah keunggulan Persela menjadi 2-0.
Keunggulan Persela segera bertambah ketika Fabiano dihadiahi tendangan bebas. Tendangan pemain bernomor punggung 15 itu mampu menemukan Jimi Suparno dan diselesaikan dengan baik melalui tendangan salto. 3-0 keunggulan untuk Persela.
Persela menyelesaikan pesta golnya di babak pertama melalui free kick yang dieksekusi oleh kapten Marcio Souza di menit ke-37. 4-0 Persela memimpin.
Di babak kedua, Persela mulai menurunkan tempo permainan. Sebaliknya, para pemain Mojokerto Putra mulai melancarkan serangan-serangan yang efektif.
Peluang cukup baik untuk Mojokerto Putra muncul melalui kerjasama yang baik antara Benny Hartanto dan Imam Syafi'i di depan kotak penalti. Sayangnya, serangan tersebut belum berhasil merobek gawang tim tuan rumah yang dikawal oleh Huda.
Alih-alih mengejar ketinggalan, Mojokerto Putra justru kembali kebobolan ketika pemain pengganti Dicky Firasat menjebol gawang Adi Kurniawan di menit ke-71.
Tak lama setelah gol tersebut, kiper Adi Kurniawan harus ditarik keluar karena kondisi kakinya yang tak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan. Tak ingin timnya kebobolan lagi, Jamal Yastro kemudian memasukkan Rony Prastanto menggantikan Adi Kurniawan.
Namun, tim tamu akhirnya dipaksa menyerah ketika Dicky Firasat menutup pertandingan dengan skor 6-0 di menit ke-76.